Liputan Sulbar

IKLAN ANDA

Pallawa Media

Layanan Pallawa Media.

Papan Iklan

Redaksi Liputan Sulbar.

Pasang Iklan

Redaksi Liputan Sulbar.

Pasang Iklan Disini

Redaksi Liputan Sulbar.

Diintimidasi Saat Liput Aksi Blokade Proyek Rp 3 Miliar di SRT Sulbar, Jurnalis Dilarang Ambil Gambar oleh Oknum HK

MAJENE, http://Liputansulbar.id –Aksi pemalangan jalan masuk proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Sulawesi Barat oleh sub kontraktor berakhir dengan dugaan intimidasi terhadap jurnalis, Selasa (29/9/2026) sore.

Pemblokiran dilakukan sebagai bentuk protes karena pekerjaan pengecoran jalan sepanjang 1.200 meter dengan lebar 6 meter yang telah rampung 100 persen sejak Agustus 2026 belum dibayar sepeser pun oleh PT Hutama Karya (HK) selaku kontraktor utama. Nilai pekerjaan tersebut ditaksir mencapai Rp 3 miliar.

Jurnalis Mekora.id yang menerima informasi tersebut berangkat dari Warkop Luxury dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.45 WITA. Di lokasi, sebuah alat berat jenis Bomag sengaja dibentangkan menutup akses masuk proyek. Sejumlah pekerja dari pihak sub kontraktor (Supkon) terlihat sedang menyampaikan keluhan kepada pihak HK.

Sekitar pukul 15.52 WITA, jurnalis mulai mendokumentasikan aksi pemalangan tersebut melalui foto dan video.
Tak lama berselang, dua orang pria berseragam PT Hutama Karya mendatangi jurnalis dan melarang pengambilan gambar.
> "Dari mana? Di sini tidak boleh ambil gambar," tanya salah satunya.
> "Saya dari media, pak," jawab jurnalis.
> "Tidak boleh ambil gambar, nanti viral. Di sini kan ada yang lagi belajar. Takutnya kalau viral nanti berhenti aktivitas," dalih oknum tersebut.

Saat jurnalis menegaskan kapasitasnya sebagai media dan mempertanyakan apakah mereka menghalangi warga menuntut hak, situasi memanas. Salah satu oknum yang berkacamata kemudian memberi instruksi kepada rekannya dengan nada intimidatif.

> "Ambil identitasnya ini cepat," kata pria berkacamata tersebut.
Jurnalis kemudian mempertanyakan kapasitas dan hak oknum tersebut untuk mengambil identitas wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, namun tidak dijawab. Ketegangan akhirnya dilerai oleh pihak sub kontraktor untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Menurut keterangan sub kontraktor bernama Sahrul, aksi blokade terpaksa dilakukan karena pihaknya hanya diberi janji tanpa kepastian pembayaran.

"Pekerjaan kami sudah 100 persen selesai sejak Agustus. Panjang 1.200 meter, lebar 6 meter di SRT Sulbar ini. Tapi belum dibayar sepeser pun. Nilai Rp 3 miliar. Kami hanya dijanji-janji terus," ungkap Sahrul.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Hutama Karya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan wanprestasi pembayaran sub kontraktor dan dugaan intimidasi terhadap jurnalis.
Tindakan pelarangan dan pengambilan identitas jurnalis saat menjalankan tugas diduga melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
---

Raih Peringkat 1 PKN Tingkat II Kemenkes-LAN RI 2026, AKBP Mauluddin: Satu Ketukan Pintu adalah Sejuta Harapan



JAKARTA, http://liputansulbar.id – Kabar membanggakan datang dari Sulawesi Barat di kancah nasional. AKBP Dr. dr. Mauluddin M, http://S.Sos., M.H., http://Sp.FM berhasil meraih *Peringkat 1 (Terbaik Istimewa Pertama)* pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV Kementerian Kesehatan RI Berdaya Saing Global Tahun 2026 yang diselenggarakan Kemenkes RI dan LAN RI.

Atas capaian tersebut, AKBP Mauluddin menyampaikan pernyataan penuh haru dan bahagia. Ia menegaskan bahwa piala juara tersebut bukan miliknya pribadi.

"Ibarat ini piala, ini bukan milik saya seorang. Ini adalah air mata, keringat, dan doa dari Bhabinkamtibmas yang setia mengetuk pintu di tengah terik dan hujan. Ini adalah ketulusan kader kesehatan yang memeluk warga yang takut dan terabaikan. Ini adalah pengorbanan Nakes Puskesmas yang bekerja hingga larut malam demi satu jiwa selamat dari TBC," ungkap AKBP Mauluddin.
Perwira dengan segudang gelar akademik tersebut menekankan filosofi mendalam dari program yang ia gagas, yakni "I LIKE THIS PROGRAM" yang fokus pada eliminasi TBC melalui pendekatan door-to-door.

"Bagi saya, satu ketukan pintu bukan sekadar tugas. Satu ketukan adalah sejuta harapan. Di balik setiap pintu ada seorang ibu yang ingin sehat untuk anaknya, ada seorang ayah yang ingin kembali bekerja, ada anak bangsa yang ingin kembali bermimpi," tuturnya.

Lebih lanjut, AKBP Mauluddin mempersembahkan penghargaan tertinggi tersebut untuk institusi dan daerah asalnya.

"Penghargaan Peringkat 1 (Terbaik Istimewa Pertama) dari Kemenkes RI dan LAN RI ini saya persembahkan untuk Polda Sulbar, untuk Sulawesi Barat, dan untuk seluruh pejuang TBC di pelosok negeri. Dari Sulbar, kita buktikan bisa menjadi salah satu yang mampu berbuat terbaik untuk Indonesia dan berdaya saing global," tegasnya.

Ia juga menyebut kemenangan ini adalah kemenangan bersama berkat kemampuan adaptif dan strategis seluruh rekan-rekan peserta PKN Tingkat II Angkatan XV.

Diketahui, program "I LIKE THIS PROGRAM" merupakan inovasi kolaborasi antara Bhabinkamtibmas Polri dengan Tenaga Kesehatan dalam percepatan penemuan kasus dan pendampingan pasien TBC hingga sembuh, yang dinilai dewan juri Kemenkes dan LAN RI sebagai program yang paling implementatif, humanis, dan berdaya saing global.

*#SulbarMendunia*

---


Komitmen Berbuah Manis, PT WKSM Raih Penghargaan PASTIPADU, Gubernur Sulbar Apresiasi Kontribusi CSR atas Program Cegah Stunting di Desa Bojo



MAMUJU, http://liputansulbar.id – Upaya berkelanjutan dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kembali menorehkan prestasi. PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri (WKSM) resmi menerima Sertifikat Penghargaan Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Terpadu (PASTIPADU) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Apresiasi bergengsi ini diberikan atas partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung program PASTIPADU yang menjadi program unggulan Pemprov Sulbar.

Pemprov Sulbar secara spesifik menyoroti kontribusi nyata dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan PT WKSM di Desa Bojo, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah. Program tersebut dinilai selaras dengan target pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan menekan angka stunting.

Melalui program CSR tersebut, PT WKSM memberikan sejumlah bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Desa Bojo. Bantuan mencakup peralatan sekolah untuk tiga sekolah yang ada di Desa Bojo, bantuan sembako bagi warga miskin, serta bantuan listrik hemat bagi warga tidak mampu.

Estate Manager PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri, Endrik Eko Purwanto, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pemacu bagi perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat.

"Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen manajemen PT WKSM untuk terus tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya bahwa masa depan yang cerah dimulai dari generasi penerus yang sehat. Fokus kami di Desa Bojo adalah memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan yang tepat guna, baik dari sisi pengentasan kemiskinan maupun perbaikan gizi untuk mencegah stunting," ujar Endrik Eko Purwanto.

Sementara itu, Kepala Desa Bojo, Hasanuddin, http://S.Pd.I, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian PT WKSM.

“Kami dari Pemerintah Desa Bojo menyampaikan terima kasih kepada PT WKSM yang telah ikut berpartisipasi dalam program PASTIPADU. Bantuan yang diberikan menyentuh beberapa kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, bantuan sembako bagi masyarakat miskin, hingga bantuan listrik hemat bagi warga yang membutuhkan,” kata Hasanuddin.

Ia berharap penghargaan yang diterima PT WKSM semakin memperkuat kerja sama antara perusahaan dan pemerintah desa dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan sektor swasta melalui program PASTIPADU ini diharapkan dapat menjadi percontohan (role model) bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Mamuju Tengah dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

*Penulis: Redaksi Mateng*
*Editor: ...*

---

Jaga Kamtibmas, Pamapta II Polresta Mamuju Gelar Patroli Malam Hingga Dini Hari

MAMUJU, http://liputansulbar.id – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Pamapta II Polresta Mamuju bersama Piket Patmor dan Piket URC melaksanakan patroli malam di wilayah Kota Mamuju, Sabtu (26/9/2026) malam.

Patroli dimulai pada pukul 23.30 Wita, berangkat dari Mako Polresta Mamuju.

Adapun rute patroli yang dilalui tim, yakni Jalan Ahmad Yani, sepanjang Jalur Arteri Mamuju, Jalan Yos Sudarso, Pantai Anjungan Mamuju, Jalan Andi Dai, Pos Pantau Kali Mamuju, Jalan Sultan Hasanuddin, dan kembali ke Mako Polresta Mamuju.


Kegiatan patroli tersebut difokuskan untuk memantau situasi Kamtibmas, mencegah tindak kriminalitas serta aksi balapan liar yang kerap meresahkan warga.

"Patroli ini sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menjamin keamanan, keselamatan dan memberikan rasa nyaman bagi warga Kota Mamuju," ujar Pamapta II Polresta Mamuju, IPDA Jefrinal dalam laporannya.


Giat patroli malam berakhir pada pukul 01.30 Wita dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan kejadian menonjol selama patroli berlangsung.

Polresta Mamuju menegaskan akan terus meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.

*Penulis: Redaksi*

*Sumber: Pamapta II Polresta Mamuju - IPDA Jefrinal*

---

PT. WKSM dan Pemdes Bojo Bersinergi Cegah Karhutla di Mamuju Tengah


MAMUJU TENGAH, http://liputansulbar.id —PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri (WKSM) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Bojo menggelar sosialisasi pencegahan dan bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Desa Bojo, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat koordinasi pencegahan dini potensi kebakaran di wilayah permukiman dan sekitar area perkebunan.

Sosialisasi tersebut dihadiri jajaran manajemen perusahaan, Camat Budong-budong, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta puluhan warga setempat.

Perwakilan PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri, *Endrik Eko Purwanto*, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan sinergi bersama warga sekitar.

"Pencegahan Karhutla bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tugas bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengedukasi masyarakat tentang bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar. Kami berharap sinergi antara perusahaan dan warga Desa Bojo dapat terus terjalin erat untuk menjaga wilayah kita tetap aman dari bahaya kebakaran," ujar Endrik.

Sementara itu, Kepala Desa Bojo, Hasanuddin, S.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian PT WKSM terhadap keselamatan lingkungan di wilayahnya.

"Kami sangat menyambut baik langkah proaktif dari PT WKSM. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat memahami dampak buruk Karhutla, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan. Harapan kami, imbauan ini dipahami dan diterapkan oleh seluruh warga sehingga Desa Bojo bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan," tutur Hasanuddin.

Melalui kegiatan ini, PT WKSM dan Pemdes Bojo sepakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, membentuk komunikasi cepat jika ditemukan titik api, serta mengedukasi warga agar mengutamakan metode ramah lingkungan dalam mengelola lahan.

---

Pamapta II Polresta Mamuju Datangi Tkp Penganiayaan di SPBU Simbuang Mamuju, Korban Dilarikan ke RS Bhayangkara

MAMUJU, http://liputansulbar.id — Aksi penganiayaan terjadi di area SPBU Simbuang, Mamuju, pada Rabu pagi (23/9/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.

Tim Pamapta II Polresta Mamuju yang dipimpin IPDA Jefrinal bersama piket fungsi langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan warga.

Korban diketahui bernama *Abd. Rahim (58)*, seorang wiraswasta. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Mamuju untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara pelaku berinisial *Budi (22)*, yang berprofesi sebagai sopir, dilaporkan melarikan diri usai kejadian.

"Benar, Pamapta II bersama piket fungsi mendatangi TKP penganiayaan di SPBU Simbuang tadi pagi sekitar jam setengah tujuh," ujar sumber dari Polresta Mamuju dalam laporannya.
Polisi mengamankan satu unit kendaraan roda enam (R6) yang diduga digunakan pelaku sebagai barang bukti dan kini sudah diamankan di Mako Polresta Mamuju.

Saksi di lokasi kejadian bernama Aslan (35), seorang wiraswasta, turut dimintai keterangan oleh petugas.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mengimbau kepada pemilik kendaraan agar mendorong sopirnya untuk segera menyerahkan diri ke Mako Polresta Mamuju.

"Kepada pemilik kendaraan sudah disampaikan agar pelaku segera menyerahkan diri," tutup laporan Pamapta II IPDA Jefrinal.

Belum diketahui pasti motif penganiayaan tersebut. Kasus ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Mamuju namun Pelaku telah menyerahkan diri kepolresta Mamuju 

*Penulis: Redaksi Mamuju*

Sosiologi Forensik Oleh Mauluddin M - Mengapa Pola Kejahatan Kota dan Desa Berbeda?


Sulawesi Barat - Ilmu kedokteran forensik sering dibayangkan hanya berkutat di kamar jenazah, olah TKP, autopsi, dan laboratorium. Padahal di balik jas putih dan mikroskop, ada satu pertanyaan besar yang sering terlewat: mengapa kejahatan itu bisa terjadi di masyarakat tersebut?

Di sinilah pentingnya pendekatan *Sosiologi Forensik*.

Sebagai seseorang yang menempuh ilmu sosiologi sebelum menjadi dokter forensik, saya melihat ada benang merah yang hilang dalam praktik _Scientific Crime Investigation (SCI)_ selama ini. SCI sangat canggih untuk menjawab _how_ - bagaimana korban meninggal, apa penyebabnya, dan apa buktinya. Namun SCI akan menjadi lebih utuh jika dilengkapi dengan jawaban atas _why_ - mengapa konteks sosial memungkinkan kejahatan itu tumbuh.

Pola kriminalitas di Indonesia menunjukkan perbedaan yang sangat kontras antara kota dan desa, yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan bukti biologis.

*1. Kota: Kejahatan dalam Keramaian*

Di perkotaan metropolitan, kriminalitas didorong oleh tiga faktor utama.

_Pertama, tekanan ekonomi._ Biaya hidup tinggi dan pengangguran menjadi pemicu kejahatan harta benda.

_Kedua, gaya hidup konsumtif._ Tekanan sosial untuk tampil mapan mendorong penipuan, penggelapan, hingga pencurian.

_Ketiga, anonimitas._ Di kota, minimnya ikatan sosial membuat pelaku sulit dikenali dan kontrol sosial menjadi lemah.

*2. Desa: Kejahatan dalam Kedekatan*

Berbeda dengan kota, di pedesaan konflik seringkali dipicu oleh hal yang justru sangat dekat.

_Pertama, sengketa lahan._ Konflik batas tanah dan warisan lahan pertanian menjadi pemicu utama kekerasan.

_Kedua, harga diri atau kehormatan._ Perselisihan kehormatan keluarga dan pelanggaran adat masih menjadi pemicu yang sensitif.

_Ketiga, relasi kekerabatan._ Justru karena semua orang saling kenal, konflik internal keluarga bisa meledak menjadi tindak pidana.

*3. Zaman Modern: Kejahatan Berwajah Baru*

Di era modern, batas kota dan desa menjadi kabur. Kejahatan kini tidak lagi hanya soal fisik, tetapi juga digital dan simbolik.

Di kota modern, kejahatan berevolusi menjadi penipuan online, pinjol ilegal, dan kekerasan berbasis media sosial. Anonimitas yang dulu hanya di gang-gang kota, kini terjadi di ruang digital.

Di desa modern, sengketa lahan diperparah oleh masuknya investasi, alih fungsi lahan, dan informasi harga tanah dari internet yang tidak merata. Konflik kekerabatan pun membesar karena warisan tidak hanya tanah, tetapi juga aset digital dan klaim bantuan sosial.

Artinya, SCI modern tidak hanya menganalisis darah dan tanah di TKP, tetapi juga jejak digital, rekam jejak transaksi elektronik, dan narasi media sosial.

*Tiga Teori Sosiologi untuk Membacanya*

*a. Teori Anomie - Emile Durkheim:* Kejahatan lahir saat norma sosial melemah akibat perubahan cepat.

*b. Teori Disorganisasi Sosial - Shaw & McKay:* Tinggi rendahnya kejahatan ditentukan oleh lemahnya organisasi sosial wilayah.

*c. Teori Masyarakat Risiko - Ulrich Beck:* Ini teori kunci zaman modern. Masyarakat hidup dalam kecemasan akan risiko yang diciptakannya sendiri: risiko teknologi, informasi palsu, dan ekonomi digital. Pinjol ilegal, judi online, dan penipuan investasi adalah bentuk nyata dari masyarakat risiko.

*Satu Prinsip Kunci Kedokteran Forensik*

Semua analisis sosial itu harus dibuktikan secara ilmiah melalui *Teori Pertukaran Locard dari Edmond Locard:* _Every contact leaves a trace - Setiap persentuhan pasti meninggalkan jejak._

Di zaman modern, jejak itu tidak hanya fisik seperti serat kain dan DNA, tetapi juga jejak digital: log IP address, jejak chat, transfer digital, dan metadata foto.

Dengan memadukan SCI, Prinsip Locard, serta tiga teori sosiologi di atas, seorang dokter forensik tidak hanya mampu mengatakan "korban meninggal karena apa", tetapi juga menjelaskan "mengapa peristiwa itu bisa terjadi di struktur masyarakat ini" dan memberikan rekomendasi pencegahan.

Inilah esensi sosiologi forensik di zaman modern. Dari kota hingga desa, dari jejak tanah hingga jejak digital, bukti ilmiah harus bertemu dengan kepekaan sosial.

---

_Penulis adalah Sosiolog dan Dokter Forensik, Alumni Sosiologi dan Kedokteran, pemerhati isu Scientific Crime Investigation (SCI)._

_Oleh: Mauluddin M - Sosiolog & Dokter Forensik_

Fisioterapi Tak Sekadar Rehabilitasi, SIMBAH LENTUR Dorong Lansia Tetap Bergerak Dengan Aman


Peringatan Hari Fisioterapi Dunia atau World PT Day yang bertepatan dengan bulan September dimanfaatkan Dr. Nungki Marlian Yuliadarwati, S.ST.Ft., Ftr., M.Kes. bersama tim untuk mendekatkan layanan fisioterapi kepada masyarakat. Kegiatan ini diisi dengan edukasi kesehatan sekaligus pengenalan SIMBAH LENTUR.  
SIMBAH LENTUR merupakan akronim dari Senam Keseimbangan Sinambi Lenggah Agawe Angler Benahi Postur. Latihan ini mengintegrasikan breathing exercise, chair-based exercise, dan core exercise dalam rangkaian gerakan yang disesuaikan dengan kemampuan fungsional lansia. Penggunaan kursi memungkinkan latihan dilakukan dengan lebih mudah, termasuk bagi lansia yang mengalami keterbatasan mobilitas atau penurunan keseimbangan.

Nungki sapaan akrabnya ini berhasil mengembangkan gerakan senam tersebut melalui penelitian doktoralnya di bidang Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Keberhasilan ini tal lepas peran serta Prof. Dr. Agus Hariyanto, M.Kes. sebagai Promotor dan Prof. Dr. Ir. Sujono sebagai Ko-Promotor. Hasil penelitian menunjukkan manfaat latihan terhadap sejumlah aspek kesehatan lansia, antara lain kualitas tidur, mobilitas fungsional, stabilitas postural, dan keseimbangan.

Melalui kegiatan tersebut, hasil penelitian kemudian dibawa ke lingkungan masyarakat dalam bentuk edukasi dan praktik langsung. Pendekatan ini menegaskan bahwa fisioterapi tidak hanya berperan dalam rehabilitasi ketika seseorang mengalami gangguan gerak, tetapi juga memiliki peran dalam promosi kesehatan, pencegahan penurunan fungsi, pemeliharaan kemandirian, dan mendorong masyarakat untuk tetap aktif sepanjang usia.

Momentum World PT Day 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa aktivitas fisik merupakan bagian penting dalam pencegahan, pengelolaan, dan rehabilitasi penyakit tidak menular, termasuk penyakit kardiovaskular dan stroke. Melalui SIMBAH LENTUR, Nungki dan tim berupaya menerjemahkan hasil penelitian menjadi latihan yang sederhana, mudah diterapkan, dan dekat dengan kebutuhan lansia.

Ke depan, SIMBAH LENTUR diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam berbagai kegiatan berbasis masyarakat, seperti kelompok lansia, posyandu, puskesmas, maupun komunitas. Dengan demikian, peringatan World PT Day tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membawa inovasi fisioterapi lebih dekat kepada masyarakat dan mendukung lansia agar tetap bergerak, aktif, serta mandiri.

Jaga Kamtibmas, Pamapta II Polresta Mamuju Gelar Patroli dan Monitoring di Kota Mamuju


MAMUJU, http://liputansulbar.id –Dalam rangka menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Pamapta II bersama piket Lantas Polresta Mamuju melaksanakan giat Patroli dan Monitoring di wilayah Kota Mamuju, Sabtu (19/9/2026) pagi.

Giat yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Pamapta II Polresta Mamuju, IPDA Jefrinal.


Adapun rute patroli meliputi,Start dari Mako Polresta Mamuj,Sepanjang Jalan St. Hasanuddin,Jalan Poros Trans Sulawesi depan SPBU Kali Mamuju dan Pos Pantau Kali Mamuju


Kegiatan patroli ini difokuskan untuk memantau situasi Kamtibmas sekaligus sebagai bentuk kehadiran Polisi di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin keamanan, keselamatan, serta menciptakan suasana yang nyaman dan mencegah terjadinya tindakan kriminal.

"Giat berakhir pukul 10.00 Wita, dalam keadaan aman terkendali," IPDA Jefrinal.

PB HMI Tantang Polisi Dan APH Tertibkan SPBU Nakal Serta Mafia BBM Subsidi - Jangan Tunggu Laporan

MAMUJU, liputansulbar.id –Tuntutan agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan Kepolisian bertindak proaktif tanpa menunggu laporan masyarakat dalam memberantas mafia BBM subsidi dan menertibkan SPBU nakal kini menjadi sorotan tajam, termasuk di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Masbur, menyoroti dugaan praktik nakal yang terjadi di SPBU 74.915.07 Simboro. Ia menilai praktik tersebut sangat merugikan masyarakat luas.

"Dugaan penyelewengan atau praktik nakal di SPBU 74.915.07 Simboro dinilai sangat merugikan masyarakat luas, memicu antrean panjang yang mengular, serta menyebabkan kelangkaan pasokan BBM bersubsidi seperti Biosolar dan Pertalite," tegas Masbur kepada wartawan, sabtu (19/9/2026)


Menurutnya, modus operandi yang sering ditemukan di lapangan meliputi pengisian berulang menggunakan rekomendasi nelayan yang dikumpulkan oleh oknum agar bisa dilayani pengisian menggunakan jerigen, bahkan tanpa izin.

Selain itu, ia juga menyoroti adanya kendaraan dengan tangki modifikasi, penyalahgunaan QR Code MyPertamina, hingga dugaan kongkalikong antara oknum operator SPBU dengan penimbun untuk menjual kembali BBM subsidi ke sektor industri dengan harga tinggi.

"Penyalahgunaan BBM bersubsidi merupakan tindak pidana berat yang diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi," tegasnya.

Masbur menantang Polresta Mamuju, Polda Sulbar, dan Pertamina Patra Niaga untuk tidak tutup mata dan tidak hanya menunggu laporan resmi.

"Jangan tunggu laporan. Pola pelanggaran itu jelas terlihat di CCTV dan data transaksi. Masyarakat Sulawesi Barat kini menunggu aksi nyata dari kepolisian dan APH untuk menindak para mafia BBM ini," tutupnya.

Hingga artikel ini diterbitkan, pihak kepolisian dan Pertamina Patra Niaga belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.